Sudut-sudut Yogya, serupa lembaran kisah
Yang kubaca setiap kali singgah
Menyeru ingatan, tanpa tepian
Sepanjang ruas jalan, membincang kenangan
Seperti kopi arang di meja angkringan

Kususur Selokan Mataram, mengular
Menuju Deresan, merangkai memori
Jalan Arumdalu, merekam jejak-jejak rindu
Melukismu, dalam sketsa cinta
Membuah perasaan, menimbun luka

Mawar-mawar segar Kotabaru, membersamaimu
Aromanya tak berlalu, meski gerbongmu laju
Meninggalkanku di Stasiun Tugu, membisu
Menuliskan arti senyum yang kau tebar
Dari jendela kaca kereta, berembun dan pudar

Ungaran, Mei 2022

……………………….

Chris Triwarseno, S.T. , lahir di Karanganyar, 14 Februari . Alumni Teknik Geodesi UGM angkatan 1999. Seorang karyawan swasta yang tinggal di Ungaran, Semarang. Penulis buku puisi Bait-bait Pujangga Sepi, aktif di Kelas Puisi Bekasi (KPB) & beberapa komunitas literasi, beberapa karyanya diterbitkan oleh beberapa media seperti : Suara Merdeka, nongkrong.co (puisi pilihan redaksi – Bulan April 2022), borobudurwriters.id (Borobudur Writers & Cultural Festival – BWCF), balipolitica.com, nadariau.com, riausastra.com, negerikertas.com, Arahbatin.com dan lpmpjateng.go.id. Karyanya tergabung dalam antologi puisi Alam Sejati (Editor : Nia Samsihono, Pengantar : Eka Budianta). Pemenang Lomba Cipta Puisi di negerikertas.com (Anugerah Sastra 2022 – Hari Keadilan Internasional). Pemenang Lomba Puisi Cinta di kanal youtube Yuditeha – kategori 10 puisi peringkat kedua. Menulis resensi “Tetirah Puisi Bertitimangsa hingga Pandemi” diterbitkan oleh nongkrong.co.

Comment

tulisan lainnya

Taman Kaswargan Ullen Sentalu

01.09

Menjejak ullen sentalu, taman kaswarganTapak tilas narasi mataram, menumbuh pilar-pilar berjajarSerupa aksen gothic eropa,

  • No React!